HR Insight

9 Jenis Tes Psikotes Kerja untuk Merekrut Karyawan

Calon karyawan mengerjakan tes psikologi

Banyaknya surat lamaran kerja yang masuk membuat perusahaan harus menyelenggarakan proses rekrutmen karyawan seefektif dan seefisien mungkin. Caranya, dengan melakukan tes psikotes kerja seperti The Caliper Profile, DiSC, EPPS, dan lainnya. Apa saja jenis tes psikotes kerja untuk mendapatkan karyawan potensial? Baca selengkapnya, yuk.

1. The Caliper Profile

The Caliper Profile

The Caliper Profile adalah tes psikotes kerja yang berguna untuk mengukur korelasi kepribadian dan motivasi kandidat dengan performa kerjanya. Bahkan melalui tes ini juga bisa diketahui seberapa cocok kandidat dengan posisi pekerjaan yang ia inginkan. 

Bentuk psikotes The Caliper Profile berupa serangkaian pertanyaan benar atau salah, atau berbentuk pilihan ganda. Kandidat harus memilih dan memutuskan jawaban yang paling sesuai menurut pendapatnya.

2. Myers-Briggs Type Indicator  (MBTI)

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes kerja yang dapat membantu perusahaan mengetahui preferensi dan kemampuan kandidat dalam memandang sesuatu, mengambil keputusan, caranya mengakses informasi, dan berinteraksi dengan orang lain. 

Biasanya, tes MBTI bisa pula digunakan untuk mencari tahu kecocokan kandidat dengan budaya kerja di perusahaan, kemampuan untuk bekerja sama dalam tim, juga memprediksi kinerja kandidat di masa depan.

3. DiSC

Sesuai namanya, tes DiSC untuk mengetahui kepribadian kandidat berdasarkan 4 tipe kepribadian, yaitu Dominant (D), Influential (I), Steady (S), atau Compliant (C). Hasil tes psikotes DiSC bisa digunakan untuk memprediksi kinerja dan kemampuan kandidat saat bekerja dalam tim, kedisiplinan dan ketaatan dalam mematuhi aturan, caranya menghadapi masalah dan tantangan, serta kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, tes DiSC juga bertujuan untuk mencari tahu kemampuan kandidat bereaksi terhadap konflik dan motivasi kerjanya.

4. Edward Personal Preference Schedule (EPPS)

Edward Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) adalah tes kepribadian menggunakan metode forced choice. Kandidat harus memilih salah satu dari dua pernyataan yang tersedia pada setiap nomor soal. Ada 225 pasang pernyataan yang harus diselesaikan dengan lembar jawaban dan lembar grafik terpisah. 

Tujuan psikotes EPPS untuk mengidentifikasi dan mengukur kemampuan kandidat terkait dominance (kemampuan memimpin), achievement (kemampuan melakukan tugas dengan baik), change (kemampuan mengalami hal-hal baru), dan autonomy (kebutuhan untuk bebas dari tanggung jawab). Selain itu, juga untuk mengetahui deference, affiliation, endurance, heterosexuality, exhibition, intraception, succorance, abasement, nurturance, order, dan aggression.

5. Tes Pauli

Tes Pauli dikenal pula dengan tes koran. Tes ini berguna untuk mengukur tingkat fokus dan emosi kandidat untuk menyelesaikan tugas. Selain itu, juga untuk mengetahui ketahanan dan kemampuan kandidat dalam menghadapi situasi atau bekerja di bawah tekanan, ketahanan terhadap stres, kekuatan mental untuk bertahan demi menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan, serta motivasi kandidat dalam bekerja. 

Tes Pauli terdiri dari 2000 soal perhitungan dengan 50 angka di setiap kolom. Kandidat harus menghitung angka secara sistematis dari atas ke bawah, dan hanya menuliskan angka terakhir. Misalnya, 10+7=17, maka yg ditulis hanya angka 7. Semakin banyak penjumlahan yang dilakukan, maka hasilnya akan semakin baik.

6. SHL Occupational Personality Questionnaire

Tes ini lebih dikenal dengan nama tes QPQ32 atau psikotes SHL. Ada 104 pertanyaan yang harus dijawab kandidat untuk mengetahui 32 karakteristik utama yang ada di dalam dirinya. Tujuannya untuk mengetahui emosi, cara berpikir, perasaan, serta cara kandidat berinteraksi dengan orang lain. Hasil tes ini juga dapat membantu perusahaan memprediksi perilaku kandidat di tempat kerja.

7. Tes Wartegg

Tes wartegg adalah tes psikotes kerja yang berguna untuk mencari tahu kepribadian seseorang melalui apa yang ia gambar. Untuk menyelesaikan tes ini, kandidat harus mengembangkan dan melengkapi gambar pada kotak-kotak yang telah tersedia.

8. The Big Five

The Big Five

The Big Five adalah tes psikologi kerja yang bertujuan untuk mencari tahu motivasi kandidat dan bagaimana respons mereka terhadap suatu situasi, kegigihan, memiliki sifat bisa diandalkan, gigih, tertib, dan sebagainya. Ada beberapa ciri kepribadian yang akan dilacak dari hasil tes ini, yaitu:

  • Openness to experience (kepribadian yang terbuka, adaptif terhadap hal-hal baru, kreatif, imajinatif, dan rasa ingin tahu yang besar).
  • Conscientiousness (kepribadian yang terorganisir, teratur, disiplin, ambisius, dan fokus pada pencapaian).
  • Extraversion (kepribadian yang bersemangat, antusias, pandai bersosialisasi, berani menyatakan pendapat, dan ekspresif).
  • Agreeableness (kepribadian yang hangat, simpatik, bersahabat, berhati lembut, dan mudah bekerja sama).
  • Neuroticism (kepribadian yang sering merasa khawatir, takut, murung, tidak percaya diri, dan memiliki emosi yang tidak stabil). 

Biasanya, perusahaan menyukai kandidat pelamar kerja yang memiliki kepribadian conscientiousness atau agreeableness.

9. HEXACO Personality Inventory-Revised

Ada 6 dimensi kepribadian yang bisa diketahui melalui hasil tes HEXACO, yaitu kejujuran dan kerendahan hati, ekstraversi, stabilitas emosi, keramahan, kesadaran, dan keterbukaan terhadap hal baru. Jumlah soal dalam tes Hexaco bisa disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu 200 pertanyaan, 100 pertanyaan, atau 60 pertanyaan.

Selain kesembilan tes psikotes kerja yang telah disebutkan di atas, ada satu tes lagi yang tidak boleh dilewatkan dalam proses rekrutmen karyawan. Tes ini seringkali disebut aptitude test. Apa itu aptitude test? Cari tahu lebih lanjut tentang aptitude test di artikel berikut: Aptitude Test: Tes Efektif untuk Ketahui Potensi Kandidat