HR Insight

Ingin Proses Rekrutmen Lebih Efektif? Ikuti Cara Ini, Yuk

proses rekrutmen karyawan baru

Proses rekrutmen karyawan yang efektif akan memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan. Misalnya, perusahaan akan mendapatkan pekerja berkualitas yang berdampak positif pada produktivitas kerja. Untuk mencapai hal tersebut, HRD berperan penting dalam menentukan metode & strategi rekrutmen yang tepat untuk menjaring fresh graduate. Nah, bagaimana proses rekrutmen pegawai baru? Baca selengkapnya dalam artikel Atma berikut ini.

Apa Itu Rekrutmen?

Apa itu Rekrutmen

Ada beberapa pengertian rekrutmen menurut para ahli, seperti menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson. Rekrutmen merupakan upaya pencarian calon karyawan dalam jumlah tertentu dan harus memenuhi syarat, sehingga perusahaan bisa menyeleksi orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan yang tersedia. Secara sederhana, rekrutmen adalah kegiatan mencari dan menyeleksi calon karyawan yang bertujuan untuk mengisi kekosongan posisi atau jabatan tertentu. 

Proses Rekrutmen Karyawan Baru

Bagaimana proses rekrutmen pegawai baru? Berikut beberapa langkah yang bisa HRD terapkan dalam pelaksanaan proses rekrutmen agar lebih efektif.

1. Mengidentifikasi Kebutuhan SDM dalam Perusahaan

Sebelum melakukan rekrutmen fresh graduate, HRD perlu mengidentifikasi kebutuhan perusahaan akan karyawan untuk mengisi posisi yang kosong. Misalnya, menganalisis posisi atau jabatan yang kosong, apakah jika tidak segera diisi akan meningkatkan beban kerja karyawan lain? Perlukah membuka rekrutmen eksternal atau bisa memutasi karyawan lama? Jika membuka departemen baru, apakah perusahaan perlu membuka rekrutmen besar-besaran?

2. Membuat Perencanaan Rekrutmen

Perencanaan Recrutment

Jika sudah berhasil mengidentifikasi kebutuhan SDM dan urgensinya, HRD perlu menyiapkan rencana rekrutmen. Tulis deskripsi pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, dan persyaratan secara detail. Contoh: syarat CV harus ATS friendly. Selain itu, HRD perlu menentukan tempat memasang iklan lowongan pekerjaan, misalnya menyebarkan informasi loker secara online melalui website perusahaan, portal kerja, dan media sosial seperti LinkedIn.

3. Screening Lamaran Kerja

Lakukan screening atau peninjauan kembali untuk setiap lamaran kerja yang masuk. Seleksi berdasarkan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan. Jika ingin lebih mudah, HRD bisa menggunakan aplikasi ATS atau applicant tracking system. ATS akan menyeleksi atau melakukan screening sesuai syarat yang ditentukan.

4. Melakukan Wawancara Kandidat

Setelah mendapatkan pelamar yang sesuai persyaratan dalam jumlah tertentu, buatlah daftar penjadwalan wawancara. Jika jadwal sudah dibuat, HRD bisa segera menghubungi kandidat melalui telepon, pesan teks, atau email. Beritahukan jadwal wawancara,  persyaratan lain yang harus dibawa, hingga dress code (jika diperlukan). Selain itu, buat juga daftar pertanyaan yang akan berguna untuk menggali kepribadian maupun potensi job seeker.

5. Mengenali Kandidat Lebih Jauh

Jangan terburu-buru memutuskan untuk menerima karyawan baru setelah proses wawancara berakhir. Sebab dalam wawancara, sebagian besar pelamar kerja tentu akan menunjukkan performa terbaiknya. Cobalah mengenali kepribadian kandidat lebih jauh melalui berbagai media. Misalnya, memanfaatkan pencarian di search engine Google, LinkedIn, Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok. Jika kandidat memiliki pengalaman magang atau kerja, coba hubungi perusahaan sebelumnya untuk mendapat informasi lebih banyak.

6. Offering Letter & Job Hiring

Offering Letter & Job Hiring

Mengirimkan offering letter menjadi salah satu metode & strategi rekrutmen yang efektif untuk mendapatkan karyawan berkualitas dan mencegah turnover. Offering letter adalah surat pemberitahuan resmi yang menyatakan kandidat terpilih untuk bekerja di perusahaan sesuai posisi yang dilamar. 

Surat penawaran akan membatasi ekspektasi fresh graduate terhadap pekerjaan, posisi, salary, dan lainnya. Sebab, isi offering letter terdiri atas hak dan kewajiban karyawan. Setelah calon karyawan setuju, HRD bisa memberikan surat perjanjian kerja, kemudian secara bersama-sama melakukan proses penandatanganan sebagai tanda job hiring atau kerjasama dimulai.

7. Onboarding Karyawan

Setelah surat perjanjian kerja ditandatangani, HRD harus mendampingi dan memberi dukungan dalam proses onboarding karyawan. Tujuannya, agar onboarding program berjalan mulus. Onboarding karyawan adalah proses pekerja baru beradaptasi dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan, dan karyawan lain, termasuk karyawan senior yang terlibat dalam pekerjaan. Masa onboarding atau probation umumnya berlangsung selama tiga bulan. 

Nah, itulah beberapa proses rekrutmen yang efektif untuk mendapatkan karyawan baru sesuai kebutuhan perusahaan. Untuk menerapkan proses rekrutmen di atas secara efektif, simak strategi rekrutmen yang bisa kamu terapkan berikut ini yuk: Strategi Rekrutmen untuk Mendapatkan Karyawan Berkualitas