Tes Rekrutmen Kerja

Cara Membuat Analisis SWOT Diri Sendiri dan Contohnya

SWOT Personal

Sebelum menjalani tes kerja atau menghadiri interview, sebaiknya kamu melakukan analisis SWOT terhadap diri sendiri terlebih dulu. Analisis SWOT adalah metode analisis yang mencakup strengths, weakness, opportunities, dan threats. Metode SWOT tak hanya bisa digunakan untuk menganalisis strategi bisnis saja, tetapi bisa pula kamu gunakan untuk menganalisis kemampuan yang kamu miliki. Bagaimana cara membuat analisis SWOT diri sendiri? Yuk, pelajari caranya dalam artikel ini.

Apa Itu Analisis SWOT Personal?

Analisis SWOT

SWOT merupakan akronim dari strength, weakness, opportunity, dan threat. Maka analisis SWOT adalah suatu teknik yang bisa kamu gunakan untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang kamu miliki. Melakukan analisis SWOT diri sendiri akan membantu kamu mengeksplorasi apa saja kelebihanmu, kemudian mencari cara untuk memaksimalkannya. Hal yang sama juga berlaku pada kelemahan yang kamu miliki. Temukan, lalu lakukan perbaikan, atau meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.

Bagaimana dengan opportunity (peluang) dan threat (ancaman)? Mengetahui berbagai peluang eksternal yang mungkin bisa kamu manfaatkan untuk memaksimalkan potensi dan kelebihan yang ada di dalam diri kamu. Bisa jadi selama ini kamu tidak sadar bahwa ternyata kamu punya kemampuan public speaking. Tapi setelah mengikuti kursus public speaking, ternyata kamu punya bakat, bahkan mendapatkan sertifikat dengan hasil baik. 

Menemukan skill baru ini membuka peluang lain dan bisa jadi nilai tambah saat interview kerja, misalnya, atau bisa mendukung pengembangan karier kamu dalam bekerja. Untuk berbagai ancaman yang berpotensi muncul, misalnya kamu punya mood swing, berarti kamu harus segera berupaya mengatasi dan mengelola mood agar tidak sampai mempengaruhi produktivitas kerja. 

Cara Membuat Analisis SWOT Personal

Bagaimana cara membuat analisis SWOT diri sendiri? Pertama, kamu harus mengelompokan instrumen SWOT menjadi 2 kategori, internal dan eksternal. Kategori internal adalah sumber untuk mengidentifikasi hal yang menjadi kekuatan dan kelemahanmu (strengths and weakness). Sementara dari sisi eksternal ada peluang dan ancaman atau opportunity dan threats.

1. Buat Daftar Kekuatan atau Kelebihanmu

Untuk mengetahui strengths (kekuatan) yang kamu miliki, lihat dan pelajari kembali kualifikasi, keterampilan, dan kemampuanmu. Kamu bisa membaginya dari sisi hard skill (ilmu pengetahuan) dan soft skill (personality). 

Buat daftar kekuatan hard skill kamu, misalnya mempunyai ilmu programming, manajemen, dan lainnya. Sementara daftar soft skill-nya bisa diisi kemampuan komunikasi efektif, teliti, dan bertanggung jawab. Jangan lupa, cantumkan pula kontak orang-orang yang bisa memberi rekomendasi bahwa memang kamu memiliki semua kelebihan tersebut.

2. Refleksikan Kekuranganmu

Sebagai manusia, sudah tentu kamu punya kelebihan sekaligus kekurangan. Nah refleksikan kekurangan yang kamu miliki. Kekurangan atau kelemahan yang dimaksudkan di sini adalah semua hal yang seringkali menghambat proses kamu mencapai tujuan dan target yang sudah ditetapkan.

Kamu bisa mengelompokkan kekurangan seperti halnya mengelompokkan kelebihan. Bagi saja jadi dua bagian, yaitu kekurangan secara hard skill dan soft skill. Misalnya, kamu ternyata lemah dalam english conversation (hard skill), lalu secara soft skill kelemahanmu belum kamu berkomunikasi secara efektif yang mudah dipahami orang lain (soft skill). 

3. Ketahui Peluangmu

Opportunity atau peluang biasanya baru bisa kamu ketahui setelah kamu menyelesaikan pengelompokkan kelebihan dan kekurangan. Opportunity bisa dikatakan sebagai faktor eksternal yang mendukung dan menguntungkan untuk peningkatan kekuatan yang kamu miliki. 

Contoh, kamu mengikuti kursus untuk mengasah hard skill dan soft skill, dan mendapatkan sertifikat yang bisa menjadi penunjang dan dokumen pelengkap mengenai kelebihanmu.  Contoh lain dari opportunity, kamu melamar sebagai sales dan sudah memiliki kendaraan sendiri. Kendaraan yang sudah kamu miliki menjadi nilai tambah sehingga perusahaan tidak perlu menyediakan kendaraan operasional untuk kamu, cukup mengganti biaya bensin dan perawatannya saja. 

Inilah yang dimaksudkan peluang yang bisa memperbesar kemungkinan kamu diterima bekerja. Dengan kata lain, cari peluang dan keuntungan yang kamu miliki, sebanyak mungkin, dan jadikan semua keuntungan tersebut sebagai peluang yang bisa membukakan banyak jalan untuk kamu lalui.

4. Kenali Potensi Ancaman

Ancaman merupakan hambatan dari luar terhadap dirimu. Ini berkaitan dengan kelemahan yang kamu miliki. Jika dibiarkan tentu akan menghalangimu untuk berkembang. Contoh, kamu lemah dalam berbahasa Inggris. Padahal, dalam persyaratan kerja ada syarat wajib memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif. Ini ancaman buat kamu dan bisa memperkecil peluang kamu diterima bekerja. Untuk itu, kamu perlu mencari cara untuk mengatasi potensi ancaman yang muncul.

Contoh ancaman lainnya, kamu hanya lulusan SMA dan ingin berkarir pada posisi social media marketing. Sementara kebanyakan perusahaan mensyaratkan karyawannya memiliki pendidikan tinggi, atau minimal S1. Maka untuk mengatasi ancaman ini, kamu perlu melengkapi diri dengan berbagai dokumen pendukung, seperti portofolio, yang menyatakan kamu memang memiliki keahlian di bidang social media marketing

Pertanyaan untuk Diri Sendiri dalam Analisis SWOT

Pentingnya analisis swot personal

Pada situs MindTools, terdapat panduan lengkap mengenai berbagai pertanyaan yang perlu diajukan saat kamu sedang melakukan analisis SWOT diri sendiri. Berikut beberapa contoh pertanyaan umum yang biasa digunakan dalam analisis SWOT diri sendiri:

  • Apa bakat dan skill yang kamu punya?
  • Bagaimana pendapat orang lain terkait kekuatanmu?
  • Apa yang menjadi kebiasaan burukmu saat bekerja?
  • Apa yang membuat kamu merasa sangat tertekan?
  • Hal apa saja yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan skill?
  • Pekerjaan apa yang cocok dengan skill yang kamu miliki?
  •  Adakah orang yang mendukungmu?
  • Apa kelemahan dalam dirimu yang bisa menghalangimu untuk berkembang?
  •  Apa yang perlu kamu lakukan dalam persaingan dunia kerja yang semakin ketat?
  • Keuntungan apa yang kamu miliki dan tidak dimiliki orang lain (misalnya, koneksi, keterampilan, sertifikasi, perangkat pendukung, atau pendidikan)?
  • Apa yang dapat kamu lakukan dan hasilnya biasanya lebih baik dari orang lain?
  • Manakah dari pencapaian kamu yang paling kamu banggakan?
  • Nilai-nilai apa yang kamu yakini, yang tidak dimiliki orang lain?

Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri

Contoh analisis SWOT diri sendiri dari seorang fresh graduate jurusan teknik informatika dari salah satu kampus swasta ternama di Jakarta.

  • Strengths: lulus dari perguruan tinggi ternama dengan IPK 3,83, aktif berorganisasi, pernah magang di perusahaan multinasional, menguasai 3 bahasa pemrograman, mudah beradaptasi. Kemudian, kamu juga bertanggung jawab dalam bekerja, teliti, dan penuh pertimbangan.
  • Weakness: sering gugup saat public speaking, kemampuan bahasa Inggris masih kurang.
  • Opportunities: banyak perusahaan, terutama startup, yang membutuhkan lulusan teknik informatika, mempunyai networking yang luas.
  • Threats: persaingan fresh graduate di ibukota sangat ketat, banyak lowongan kerja yang membutuhkan pengalaman minimal 2 tahun, banyak kandidat lain yang pandai berbahasa Inggris.

Jika merujuk pada contoh analisis SWOT personal di atas, maka fresh graduate harus meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan mengendalikan emosi, dan kemampuan bahasa Inggris yang menjadi kelemahan sekaligus ancaman baginya.

Kapan Analisis SWOT Diperlukan?

Analisis SWOT diperlukan ketika kamu ingin mengenal diri sendiri atau sebelum kamu menghadiri interview tes kerja dan mengejar tujuan karir kamu. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa bingung dengan kelemahan dan kekuatan yang kamu miliki. Tes psikotes dan interview kerja juga bisa kamu lalui dengan baik.

Setelah mengetahui bagaimana cara membuat analisis SWOT pada diri sendiri. Kamu akan lebih siap dalam menghadapi berbagai tes dan proses rekrutmen saat melamar pekerjaan.

Selanjutnya, yuk ketahui tes potensi akademik yang membantu perusahaan mengenali potensi calon karyawannya. Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut: Mengenal Tes Potensi Akademik (TPA) dan Contohnya