Curriculum Vitae

14 Contoh Keahlian yang Bisa Dicantumkan pada CV

Perempuan sedang menggambar

Selain informasi diri, riwayat pendidikan, dan pengalaman. Keahlian juga penting untuk dicantumkan di dalam CV. Ada banyak keahlian yang bisa jadi ada dalam diri kamu dan sangat sayang kalau tidak disertakan dalam CV sebagai nilai tambah. Apa saja contoh keahlian yang perlu dicantumkan dalam CV? Simak contohnya di sini,yuk.

Pengertian Keahlian dalam CV

Menurut Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary , keahlian artinya keterampilan yang dimiliki seorang ahli. Sementara yang dimaksud dengan ahli adalah orang dengan tingkat keterampilan atau pengetahuan yang tinggi dalam suatu bidang tertentu yang didapatkannya dari mengikuti pelatihan maupun dari pengalaman.

Pengertian lain dari keahlian berdasarkan kamus Meriam Webster berarti kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik karena telah berpengalaman, telah mengikuti training atau latihan.

Apa saja yang termasuk dalam keahlian dan perlu dicantumkan di dalam CV? Menurut JobStreet , keahlian meliputi hard skill dan soft skill. Karena keduanya termasuk dalam kemampuan lintas bidang (bisa digunakan dalam banyak bidang pekerjaan), sehingga disebut pula transferable skills. Baik soft skill dan hard skill biasanya didapatkan dari pengalaman hidup, pendidikan, pelatihan kerja, mengikuti kursus dan sebagainya. Itu sebabnya, perkembangan skillset ini pada setiap orang akan berbeda hasilnya.

Nah, mencantumkan keahlian dalam CV akan menjadi amunisi yang jitu dan bisa membuat kamu lebih unggul dibandingkan kandidat lain. Untuk itu, jangan segan menambahkan keahlian yang kamu miliki, baik soft skill maupun hard skill.

Pertanyaannya sekarang, skill apa saja yang bisa dicantumkan di dalam CV? Lanjut membaca, yuk, dan pelajari 14 contoh keahlian yang bisa kamu cantumkan dalam CV.

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Soft skill sering disebut pula sebagai social skill atau people skill. Kemampuan ini biasanya dihubungkan dengan bakat atau bawaan lahir. Padahal faktanya, kemampuan soft skill bisa dilatih dan diasah sejak dini. Contoh soft skill, antara lain: manajemen waktu, networking, kemampuan berkomunikasi dengan baik, berpikir kritis, dan sebagainya.

Apa arti hard skill? Berdasarkan situs Indeed , pengertian hard skill adalah kemampuan yang didapatkan dari peningkatan pengetahuan karena mengikuti pendidikan, pelatihan teknis, atau proses mengembangkan kemampuan di bidang tertentu yang lebih spesifik. Misalnya, kemampuan merakit komponen, teknisi mesin mobil, dan sebagainya. Selain dari bangku sekolah dan kuliah, hard skill juga bisa dikembangkan melalui program sertifikasi, kursus, atau training.

Contoh Keahlian dalam CV

1. Berpikir Kritis

Keahlian yang perlu kamu masukkan dalam CV yang pertama, yaitu berpikir kritis. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi, mengingat berpikir kritis terasah karena kebiasaan menyaring informasi, banyak membaca, banyak berdiskusi, dan mau memperhatikan sekeliling dengan detail. Menjadi orang dengan kemampuan berpikir kritis biasanya memiliki pola pikir yang logis, senang belajar hal-hal baru, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

2. Pemecahan Masalah

Memiliki kemampuan sebagai problem solver atau pemecah masalah berarti kamu juga memiliki kemampuan berpikir analitis dan kreatif untuk menemukan solusi dalam situasi yang sulit. Perusahaan sudah tentu membutuhkan kandidat dengan keahlian ini, mengingat dalam pekerjaan bisa saja ada masalah tak terduga yang muncul. Beberapa keahlian lain yang biasanya dimiliki dalam upaya menyelesaikan masalah, antara lain, pola pikir dan penalaran yang logis, kegigihan, pengamatan, analisis, dan kemampuan mengambil keputusan terbaik.

3. Komunikasi

Keahlian dalam berkomunikasi yang baik dalam berbagai situasi bisa jadi keunggulan, lho. Hal ini karena kemampuan berkomunikasi biasanya akan diikuti dengan kemampuan bernegosiasi, berkomunikasi secara lisan dan tulisan, serta skill presentasi. Selain itu, seseorang yang pandai berkomunikasi secara efektif biasanya juga merupakan seorang pendengar yang aktif, memiliki sifat positif dan terbuka dalam  berinteraksi dengan orang lain, dan memiliki metode komunikasi yang tepat untuk situasi tertentu.

4. Kerjasama

Kemampuan untuk bisa bekerja sama dalam tim menjadi kemampuan yang banyak dicari perusahaan. Sebab, ada banyak interaksi yang menuntut terjalinnya diskusi untuk mencapai tujuan bersama, brainstorming, kolaborasi, meeting, maupun project tertentu yang baru akan sukses jika melibatkan banyak orang dengan berbagai ragam keahlian. Jika kamu memiliki keahlian ini, wajib dimasukkan ke CV, ya.

5. Kreativitas

Jika kamu melamar kerja pada perusahaan yang bergerak pada industri kreatif, maka kreativitas tinggi menjadi syarat kualifikasi yang harus kamu penuhi. Orang kreatif biasanya kamu menghasilkan ide-ide cemerlang dan out of the box. Kemampuan kreatif juga berhubungan dengan:

  • Penggunaan imajinasi untuk menemukan solusi.
  • Mampu memecahkan masalah yang kompleks atau menemukan cara yang unik untuk bisa menyelesaikan tugas atau tantangan.
  • Memiliki kemampuan melihat banyak hal dari berbagai perspektif untuk menemukan perspektif baru yang unik dan inovatif.
  • Menjadi kreatif berarti punya keahlian untuk menghubungkan pola untuk menemukan peluang.

Nah, kalau kamu melamar kerja untuk posisi desainer grafis, penulis, copywriter, penyiar radio, art director, atau pekerjaan kreatif lainnya, cantumkan sisi kreatifmu dalam CV dan kalau perlu lengkapi dengan portofolio.

6. Perhatian yang Detail

Menjadi orang yang teliti itu sulit, jika memang tidak terbiasa melakukannya. Itu sebabnya, kalau kamu memiliki keahlian dalam memperhatikan berbagai hal secara lebih detail (detail oriented), kamu perlu mencantumkan keahlianmu ini di dalam Curriculum Vitae (CV). Mengapa? Sebab, orang yang mampu memberi perhatian pada detail kecil biasanya memiliki dedikasi yang kuat untuk memberikan hasil yang terbaik, terutama yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

7. Kecerdasan Emosional

Memiliki kecerdasan emosi berarti mampu mengelola emosi apa pun yang muncul dan menyesuaikannya dengan kondisi yang sedang dihadapi. Kandidat pekerja yang memiliki kecerdasan emosi yang baik akan lebih mampu mengatasi berbagai tekanan dalam pekerjaan, mengelola konflik, menerima kritik, dan sebagainya.

Kecerdasan emosional biasanya juga dihubungkan dengan keterampilan interpersonal skill yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam membangun hubungan baik dengan orang lain, mampu berkomunikasi dua arah secara baik, memiliki empati, kesabaran, toleransi, dan fleksibel dalam berbagai situasi.

8. Desain

Keahlian di bidang desain sangat dibutuhkan perusahaan di era digital seperti sekarang, misalnya untuk komunikasi visual di media sosial dan website, penyelenggaraan campaign, atau pekerjaan lain yang membutuhkan material desain tertentu. Keahlian di bidang desain tidak hanya menuntut kreativitas tinggi untuk bisa menghasilkan berbagai karya yang unik dan otentik.

Tetapi, kamu juga harus menguasai cara menggunakan berbagai software desain. Beberapa software desain yang umum digunakan, di antaranya perusahaan, photoshop, illustrator, UX/UI design, InDesign, maupun corel draw. Nah, saat mencantumkan kemampuan desain di dalam CV, sertakan juga software apa yang paling fasih kamu gunakan, ya.

9. Microsoft Word, Powerpoint, & Excel

Keahlian menggunakan perangkat komputer sudah tentu menjadi hal yang wajib di era teknologi modern seperti sekarang. Apalagi saat ini, banyak pekerjaan di perusahaan yang menuntut karyawannya memiliki computer skill basic, minimal untuk membuat laporan pekerjaan. Kalau kamu memiliki keahlian paket lengkap di bidang ini, ada baiknya mencantumkannya di dalam CV. Jangan lupa, cantumkan juga keterampilan komputer yang mana saja yang kamu kuasai, seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Powerpoint, Microsoft Outlook, Microsoft OneNote.

10. Marketing

Keahlian dalam bidang marketing termasuk hard skill yang butuh pelatihan atau training tertentu. Di dalamnya, terdapat kemampuan riset pasar, penjualan, pemasaran, periklanan, kemampuan mengelola pelanggan, berkomunikasi dan bernegosiasi.

Tetapi di era digital seperti sekarang, bidang pekerjaan marketing juga merambah ke dunia digital, sehingga kamu juga perlu melengkapinya dengan beberapa keahlian berikut: Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), social media marketing, campaign management, content creation, and storytelling.

11. Analisis Data

Kemampuan melakukan analisis data dibutuhkan perusahaan untuk menemukan berbagai permasalahan, termasuk menemukan solusinya. Dalam proses analisis data dibutuhkan kemampuan meneliti, mengamati, dan bekerja dengan berbagai jenis data sehingga bisa membantu perusahaan menemukan strategi yang paling tepat untuk memajukan perusahaan. Beberapa skill yang berkaitan dengan analisis data, diantaranya research, data visualization, data management, forecasting, dan sebagainya.

12. Kemampuan Bahasa Asing

Menguasai berbagai bahasa juga menjadi salah satu keahlian yang sangat berharga dan banyak dibutuhkan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang sudah go internasional dan menjalin kerja sama dengan perusahaan dari negara lain. Beberapa jenis bahasa yang banyak dibutuhkan, yaitu bahasa Inggris, bahasa Korea, bahasa Jepang, bahasa China, Jerman, Perancis, dan masih banyak lagi.

13. Sosial Media

Di era digital seperti sekarang, kemampuan dalam aktivitas yang berhubungan dengan sosial media juga banyak dicari dan dibutuhkan perusahaan. Jika kamu pandai dalam mengamati tren yang terjadi di sosial media, memiliki keahlian dalam produksi konten media sosial dengan tingkat engagement rate yang tinggi, mampu menganalisis insight, dan menyelenggarakan campaign di media sosial, jangan ragu untuk memasukkannya pada CV.

14. Presentasi

Presentation skill atau keahlian presentasi merupakan salah satu skill penting yang dibutuhkan di dalam perusahaan. Kemampuan presentasi berkaitan dengan kemampuan menjelaskan berbagai data untuk bisa dipahami semua pihak dalam bentuk file presentasi yang komunikatif.

Untuk bisa membawakan presentasi, kamu juga perlu memiliki kemampuan public speaking yang baik. Nah, terkait kemampuan berbicara di depan umum, tidak semua orang memilikinya, lho. Itu sebabnya, jika kamu memiliki kemampuan ini, kamu wajib mencantumkan keahlian membawakan presentasi dengan baik di CV agar kamu lebih unggul dibandingkan kandidat pelamar kerja lainnya.

Tips Menulis Keahlian dalam CV

1.   Menggunakan Format Bullet Points

Untuk membuat skill kamu terbaca jelas dan bisa menarik perhatian rekruter, kamu bisa menuliskan keahlian yang kamu miliki dalam bentuk bullet point. Jadi, kamu tinggal urutkan saja soft skill dan hard skill yang kamu miliki di dalam CV. Contoh:

Soft Skill:

  • Memiliki pola pikir kritis dan kreatif
  • Problem solver dan mampu menemukan solusi out of the box.
  • Memiliki keahlian dalam membawakan presentasi yang interaktif.

2.   Kaitkan dengan Pengalaman Kerja

Cara lain untuk mencantumkan berbagai keahlian kamu di dalam CV dengan cara yang unik, kamu bisa mengaitkan keahlian kamu secara langsung dengan pengalaman kerja sebelumnya. Cara menuliskannya, kamu tetap menerapkan format bullet point, tetapi dalam setiap poin kamu tambahkan lagi kualifikasi profesional yang sudah terbukti kamu miliki. Contoh:

Content Writer di Search Agency (2021 – sekarang)

  • Penulisan artikel kreatif bertema parenting, self improvement, bisnis, dan masih banyak lagi.
  • Kemampuan membaca brief dan melakukan implementasi brief dalam hasil tulisan.
  • Fokus pada detail, terutama yang berkaitan dengan riset keyword dan editing.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik terkait distribusi hasil pekerjaan.
  • Memiliki manajemen waktu yang baik sehingga bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.

3.   Berikan Penjelasan Lebih Lanjut

Kamu juga bisa mencantumkan keahlian pada CV dengan cara memberikan penjelasan lebih lanjut pada tiap poin keahlian yang sudah kamu buat dengan 2 cara di atas. Memberikan penjelasan lebih lanjut akan memberi wawasan dan informasi tambahan sehingga rekruter bisa memahami dengan baik kredibilitas yang kamu miliki. Dengan cara ini, kamu juga bisa menunjukkan kepada rekruter kalau kamu lebih berpotensi memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Contoh:

Skill: Mengelola Sumber Daya Manusia

  • Merancang dan melaksanakan pelatihan terpadu untuk peningkatan SDM di perusahaan.
  • Mengelola dan mengembangkan hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sehingga terjadi peningkatan produktivitas sebanyak 50% dibandingkan periode sebelumnya.

Skill: Negosiasi dan Mengelola Pelanggan

  • Sukses mengembangkan strategi untuk meningkatkan jumlah pelanggan baru.
  • Mengelola dan mengembangkan hubungan dengan 50+ customer utama sehingga berdampak pada peningkatan penjualan.

 

Nah itulah beberapa contoh keahlian yang bisa dicantumkan pada CV. Cantumkanlah keterampilan sesuai dengan kemampuan kamu ya, yang tentunya relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Setelah kita mengetahui cara membuat CV sampai keahlian apa yang sebaiknya dicantumkan. Selanjutnya kita bisa langsung melihat contoh CV yang baik, khususnya untuk fresh graduate. Baca selengkapnya di artikel berikut ini: 5 Contoh CV Fresh Graduate Tanpa Pengalaman Kerja yang Menarik